Skip to main content

Honda CL500 Resmi Meluncur

  Honda CL500 Resmi Meluncur,   Rumors Honda akan meluncurkan motor scrambler akhirnya terbukti. Pabrikan berlambang kepakan sayap itu resmi meluncurkan Retro-Scrambler Honda CL500 di EICMA Milan 2022. Honda CL500 mengusung desain asli Honda CL yang eksis pada era 80-90'an. Motor ini dibangun dari basis Honda Rebel alias CMX 500 dan jadi kompetitor kuat Ducati Scrambler Sixty2.  Mengutip Visordown, perbedaan antara Rebel 500 dan CL500 ialah Rebel 500 merupakan motor cruiser dengan jok rendah sedangkan CL500 motor yang sengaja dibuat untuk segala medan. Ciri khas motor tempur dua alam terlihat dari knalpot. Motor dibekali dengan sistem pembuangan yang tinggi di bagian samping dengan dua lubang di bagian ujung dan pelindung panas. Rangka CL500 pada dasarnya sama dengan Rebel 500 yakni model tubular tetapi berbeda di rangka belakang. Subframe CL 500 lebih pendek untuk pengendalian yang lebih nyaman.   Agar tangguh di jalan, rangka CL 500 dilengkapi dengan sudu...

Viral Pertalite Di Sebut RON 86

 Viral Pertalite Disebut RON 86, Pertamina Buka Suara

Viral di media sosial Twitter bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite diuji dengan sebuah alat hasilnya RON 86. Sebagaimana diketahui Pertalite memiliki RON 90.

Sebuah akun mengunggah foto yang menunjukan sebotol diduga Pertalite kemudian ada alat pengukur RON dan menunjukkan RON 86. Unggahan foto itu diposting oleh akun bernama @yo2****.

"Ini namanya perampokan dan aparat melempem seperti kerupuk kena air," tulis akun tersebut, dikutip Sabtu (8/10/2022).

Sontak unggahan itu menyita netizen Twitter, yang membuat postingan itu mendapatkan likes sebanyak 18.900, quote tweet 1.295, dan retweet sebanyak 6.578.

Menanggapi hal itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan alat pengujian RON yang akurat harus mengacu kepada metode standar seperti ASTM RON method.

"Di mana seluruh proses pengujian dapat divalidasi dan alat yang digunakan selalu dikalibrasi," jelasnya kepada detikcom, Sabtu (8/10/2022).

"Pada gambar tersebut, Pertamina tidak dapat memastikan alat yang digunakan dalam pengujian RON. Jika alat yang digunakan tersebut adalah Oktan Analyzer Portable, alat tersebut juga harus terbukti sudah terkalibrasi menggunakan certified reference material secara berkala," tambahnya.

Ia menerangkan, selama ini Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (PPPTMGB) atau Lemigas sudah menguji 6 sample Pertalite di SPBU wilayah Jakarta. Ia memastikan RON yang dihasilkan adalah Pertalite RON 90.

"Seluruh sample menunjukkan hasil atau spek Pertalite masih sesuai dengan ketentuan Dirjen Migas No. 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM Jenis Bensin RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri," pungkasnya.

Alat Resmi Pengukur Oktan



Kemudian, mengutip dari YouTube Bensin Kita dijelaskan sebuah alat pengecekan resmi oktan BBM. Dalam unggahan itu dijelaskan oleh Ahli Bahan Bakar dan Pembakaran Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto.

Ia menyebut, alat ukur oktan BBM yang resmi berstandar internasional dan digunakan oleh PT Pertamina (Persero) adalah Coordinating Fuel Research (CFR). Alat itu merupakan alat standar internasional yang cara kerjanya menduplikasi pembakaran di dalam mesin.

"Sehingga bisa membuktikan ketahanan bahan bakar ngelitik. Hasil ujinya bisa dijadikan acuan," ujarnya dalam video tersebut.

Untuk diketahui konsep angka oktan bilangan yang menunjukan ketahanan terhadap terjadinya ngelitik. Kalau diibaratkan seperti manusia, maka oktan yang tinggi adalah orang sabar.

"Sedangkan oktan rendah adalah orang temperamental. Dengan demikian reaksinya berbeda. Kalau oktan tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan kendaraan mesin bisa mengalami knocking atau ngelitik. Bahkan bisa kehilangan performa, cepat rusak lagi," lanjutnya.

Dalam video itu juga diuji BBM RON 98 atau Pertamax Turbo menggunakan CFR dan dibandingkan dengan alat yang dua hari ini viral di media sosial. Tri menjelaskan, tidak sembarang orang bisa menggunakan CFR, harus orang yang sudah bersertifikat.

"Nah untuk menguji bahan bakar dengan CFR tidak sembarang orang yang boleh melakukannya, hanya operator yang memiliki sertifikat," tuturnya.

Kemudian, uji coba mesin CFR atas BBM RON 98 dibandingkan dengan hasil dari alat yang beredar viral di masyarakat. Hasilnya dari CFR Pertamax Turbo mengandung oktan 98,29. Sementara menggunakan alat yang viral di pasaran hanya 87 oktannya.

"Kenapa hasilnya berbeda? Mesin CFR adalah alat uji oktan secara internasional, dengan cara kerja menduplikasi pembakaran di dalam mesin. Sehingga membuktikan ketahanan bahan bakar terhadap ngelitik. Hasil ujinya bisa dijadikan alat acuan," jelas Tri.

Sedangkan pengukur oktan yang beredar di pasaran bekerja dengan prinsip fisika kimia bahan bakar. "Sehingga hasilnya tidak bisa dijadikan acuan," jelasnya.


Comments