Skip to main content

Honda CL500 Resmi Meluncur

  Honda CL500 Resmi Meluncur,   Rumors Honda akan meluncurkan motor scrambler akhirnya terbukti. Pabrikan berlambang kepakan sayap itu resmi meluncurkan Retro-Scrambler Honda CL500 di EICMA Milan 2022. Honda CL500 mengusung desain asli Honda CL yang eksis pada era 80-90'an. Motor ini dibangun dari basis Honda Rebel alias CMX 500 dan jadi kompetitor kuat Ducati Scrambler Sixty2.  Mengutip Visordown, perbedaan antara Rebel 500 dan CL500 ialah Rebel 500 merupakan motor cruiser dengan jok rendah sedangkan CL500 motor yang sengaja dibuat untuk segala medan. Ciri khas motor tempur dua alam terlihat dari knalpot. Motor dibekali dengan sistem pembuangan yang tinggi di bagian samping dengan dua lubang di bagian ujung dan pelindung panas. Rangka CL500 pada dasarnya sama dengan Rebel 500 yakni model tubular tetapi berbeda di rangka belakang. Subframe CL 500 lebih pendek untuk pengendalian yang lebih nyaman.   Agar tangguh di jalan, rangka CL 500 dilengkapi dengan sudu...

Tradisi MERON , Cara warga sukolilo PATI Rayakan Maulid NABI

 Tradisi Meron, Cara Warga Sukolilo Pati Rayakan Maulid Nabi



Untuk memperingati Maulid Nabi, warga Sukolilo, Pati selalu mengadakan tradisi Meron. Dalam tradisi tersebut, mereka mengarak gunungan beraneka rupa pada rute tertentu.

Inibaru.id – Maulid Nabi selalu disambut dengan sukacita seluruh masyarakat muslim di Indonesia nggak terkecuali di Sukolilo, Pati. Warga yang bermukim di kecamatan yang berada di 27 kilometer selatan Pati itu selalu menggelar tradisi Meron untuk menyaambut hari kelahiran Nabi Muhammad.

Selain memperingati Maulid Nabi, tradisi Meron juga dijadikan wadah untuk meningkatkan ketakwaan serta rasa syukur kepada Tuhan atas segala limpahan rezeki yang dianugerahkan kepada masyarakat Sukolilo.

Kata Meron merupakan akronim yang terdiri atas dua kata bahasa Jawa yakni rame dan tiron, yang artinya ramene tiron-tiron yakni ramainya meniru. Tradisi ini kali pertama diadakan sekitar abad 17 (sekitar tahun 1601) dan berlangsung sampai sekarang. Setiap tahun, tradisi tersebut selalu diadakan bertepatan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad, setiap12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah.

Konon, tradisi ini masih memiliki keterkaitan dengan tradisi Sekaten atau Grebek di Yogyakarta. Kendati asal usulnya nggak diketahui secara pasti, para sesepuh desa mengatakan Meron kali pertama diadakan pada masa pemerintahan Kademangan di bawah kekuasaan Pati Pesantenan Bupati Wasis Joyo Kusumo.



Tradisi ini diawali dengan kirab gunungan dari Yayasan Sultan Agung Sukolilo ke Masjid Sukolilo untuk diadakan upacara selamatan. Gunungan yang dikirab berisi makanan hasil bumi yang dibawa kepala desa dan perangkat desa setempat. Selain itu, ada juga  nasi tumpeng yang turut diarak yakni disebut Meron.

Ada tiga bagian dalam gunungan tersebut. Bagian pertama berisi ayam jago atau masjid yang menyimbolkan semangat keprajuritan, semangat keislaman, dan bunga simbol persaudaraan. Bagian kedua terbuat dari roncean atau rangkaian ampyang (kerupuk aneka warna) dan kue tradisional cucur yang melambangkan perisai prajurit dan tekad atau persatuan. Bagian ketiga disebut penopang atau ancak. Bagian ini terdiri atas tiga ancak. Bagian ancak yang atas menyimbolkan keimanan, ancak tengah menyimbolkan Islam, dan ancak paling bawah menyimbolkan ihsan atau kebaikan.

Bila gunungan sampai Masjid Sukolilo, para warga akan mengelar upacara selamat. Setelah upacara, nasi Meron kemudian dibagikan kepada warga desa dan seluruh pengunjung yang ikut upacara Meron.


Gunungan Meron diarak menuju Masjid Sukolilo.

Tradisi Meron ini jadi salah satu ikon wisata Pati, lo. Nggak heran kalau banyak warga dari luar Sukolilo berkunjung untuk sekadar menyaksikan Tradisi Meron. Wah, meriah banget nih tradisinya. Ayolah, kapan-kapan datang ke Sukolilo pas ada tradisi ini,

Comments